Ekstensi News - Pembagian bantuan sosial (Bansos) berupa beras di tahun politik telah menuai kritik dari politisi dan masyarakat sipil. Pembagian Bansos tersebut dituduh dipolitisasi untuk kepentingan Cawapres Gibran Rakabuming Raka, anak dari Presiden Joko Widodo, yang berpasangan dengan Capres Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024.
Namun, setelah Pilpres 2024 usai, apakah Bansos beras akan tetap dilanjutkan?
Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa ia tidak dapat menjamin kelanjutan Bansos tersebut. Ia menyatakan bahwa Bansos beras akan dilanjutkan jika anggarannya mencukupi.
"Saya akan meninjau kembali anggaran APBN kita, jika cukup maka Bansos akan dilanjutkan. Namun, saya tidak dapat memberikan janji," ujar Jokowi saat menyerahkan Bansos beras kepada keluarga penerima manfaat (KPM) di Gudang Bulog Batangase, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Kamis (22/2/2024).
Jokowi membantah adanya tudingan bahwa Bansos beras memiliki motif politis. Menurutnya, bantuan tersebut merupakan upaya pemerintah dalam menghadapi kenaikan harga beras.
Terkait kenaikan harga beras yang signifikan, Jokowi menyebut bahwa hal tersebut juga terjadi di negara lain. Ia menjelaskan bahwa perubahan iklim menjadi salah satu penyebabnya.
"Kenaikan harga beras disebabkan oleh perubahan musim, seperti El Nino, dan ini tidak hanya dialami oleh negara kita, tetapi juga negara lain mengalami kenaikan harga beras yang sama," ujar Jokowi.
Artikel Terkait
Sandiaga Uno Dorong Swiftonomics: Mendatangkan Taylor Swift untuk Mendorong Pariwisata Indonesia
Solidaritas Kemanusiaan: Pemprov Banten Siap Salurkan Santunan bagi Penyelenggara Pemilu yang Meninggal
Keluarga TKN Fanta: Istri Komandan TKN Arief Rosyid Ditunjuk sebagai Komisaris PT Pertamina Patra Niaga